ARTI SAHABAT
Ok,
sebelumnya aku berharap kalian semua suka dan berminat untuk membaca cerpen
ini. Ini cerpen perdana yang aku buat lho *ups. Menurut aku ini bukan seperti
cerpen asli melainkan seperti membaca TM (timeline) di tweet *Ohh masak?? Cius
mi apah? :/. Sebenernya aku dapet ide dari @aku_jujur #perasaan hati nomer 1
*maaf kalau salah sok tau soalnya. Hehe =D. Yuuk cin cus READ IT !
Suatu
hari, dimana aku pertama kali menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP),
tepatnya di SMP NEGERI 4 SURABAYA. Ini adalah peristiwa dimana aku mengetahui
apa itu MOS (Masa Orientasi Siswa). Disana kita diuji kekuatan mental kita.
Pertama kali menginjak halaman sekolah yaitu pada waktu daftar ulang, guru SMPN
4 yang aku kenal pertama adalah Ibu Ninik S. Sebelumnya aku sudah mengenal
beliau dari kakak alumni yang kebetulan tetangga dekat, namanya Kak Beta. Dia
cantik, model cover majalah, dan tentunya pinter ( ya iyalah orang alumni
spenfora, hehe :D ). Kak Beta bilang klo beliau guru yang asik, enak diajak
curhat, lucu pula dengan pipinya yang tembem =D. Aku diceritakan tentang ekskul
yang dia ikuti selama di SMPN 4, yaitu teater dengan guru pembimbing Ibu Anis.
Nah, klo yang Bu Ninik tembem sedangkan Bu Anis imut =)).
Back
to MOS. Semboyan OSIS SMPN 4 itu ALAY. Tunggu dulu, pasti kalian berpikir alay
itu yang gaya-gaya tapi yang nggak banget itu kan? Bukan itu, ALAY itu
singkatan dari Asik, Lincah, Ah, Yes. Kreatif kan?? Oh iya peserta MOS pertama
kali masuk dikenalkan dengan yel-yelnya. Yukk cus kita yel-yel dulu.
“Halllooooo...”,
teriak salah satu kakak OSIS yang paling cantik ke adek-adek peserta MOS.
“Aku
bisa, kamu bisa, semua pasti bisa”, peserta MOS menjawab dengan semanga dan
kompak ciinn ;).
“SMP
4???”, teriak lagi dari Kak Rafika, cewek cantik Ketua Umum di OSIS.
“Suksessss.....!!!!!!!!!!!!!!!!!
(y)”, dijawab lagi dengan serempak
Sejak
ada eco school, yel-yelnya ditambah dengan
“Yanggg
laiiinnn????”, tanya nya.
“Oh
tidak bisa tidak bisa tidak bisa ikk ikk”, dijawab dengan gerakan.
|
“Mars SMP NEGERI 4 Surabaya”
I. Kami
putra putri insan cendekia penerus pembangunan bangsa. Belajar di gedung
cagar budaya, Tanjung Anom 12 Surabaya. Tak kenal lelah dan pantang
berputus asa, bangun jiwa raga dan lingkungan kita. Berbudi luhur, akhlak
mulia, berilmu semboyan hidup kita.
Reff : Ayo
maju SMP 4 ku berkibarlah selalu, Ayo maju SMP 4 ku, ku ukir prestasi tuk
alma materku.
II. Ku tulis
prestasi dalam prasasti, dengan hati langkah ku berbakti. Doa baktiku, ibu
pertiwi terus berkarya jaya bersama.
Back to reff
and II
Terus
berkarya jaya bersama 3X
|
Wow,
“kalian luar biasa”, kata-kata khas dari sahabatku yang paling nyebelin namanya
Dion.
Mau tahu nih aku gimana vott kalian
tentang mars sekolahku? Klo menurutku sih keren banget isi tersirat dari mars
itu, pasti yang ciptain mars orangnya berseni banget *sok tau. Sudah bahas yang
lain aja yuk guys. Bahas apa nih bahas apa? *eciye kaya orang yes aja. Aku
punya ide *tingg lampu kuningnya nyala.
Judul yang aku tulis di atas kan
arti sahabat, ehh malah nulisnya yang lain-lain. Nggak masalah ah, kaya ciri
khas anak-ana 8A “Biarkan mereka berkarya”. Ok guys? Kok sepi sih? Mana
suaranyaaa? “Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, ohh begitulah kata
para pujangga” Haha ... =))
Aku mau awali dari mana ya? Mungkin
dari dulu aku di gugus mana ya? Ok.. emm dulu aku masuk SMP 4 dengan nilai yang
sangat “mefet” *ciri khasnya Bu Ninik
S, yaitu 27,00. Jadi, mau ndak mau ya aku harus masuk gugus papua, gugus paling
pinggir. Itu pas pra-MOS. Orang pertama kali yang aku kenal dan nyapa aku
duluan adalah M. Ali M. Dari SD Al Hidayah *klo gak salah sih. Anak cowok,
bertubuh kecil *maaf, tapi gesit.
“Dindaaaa”, sapanya sambil menepuk
punggungku.
“Ehh iyaa *masih bingung. Lho? Kamu
ali kan? Kamu juga disini toh?”, menjawab dengan bingung.
“Iya wah aku ali, ya iyalah disini,
masak arwahku *mati dong? . Duduk ama aku ya?” , katanya sambil bercanda.
“Hahaha iyaa duduk lho, ini lho
kosong”, jawabku.
Udah deh ngobrolnya dilanjut dengan
topik masa-masa SD. Sebenernya banyak sih yang aku kenal di gugus papua itu,
cuma nggak akrab.
Hari demi hari pun berganti, hari
ini adalah hari pertamaku mengikuti MOS, memakai kaos kaki bola, memakai co-card,
memakai kuncritan banyak di rambut, dll. Huuhh pokoknya rempong deh, tapi
rasanya senenggg banget sudah mulai menginjak masa ‘REMAJA’.
Ngomongin masalah remaja, pasti
banyak sekali pengalaman berharga yang kita dapet di masa itu. Dan kata ini nih
perlu di bold and underline guys yaitu LABIL.
Menurutku hidup di masa SD dibanding SMP itu jauh banget, apalagi SMA, nenene
belum waktunya. Kita bahas SMP aja.
Di SD aku punya sahabat yang sejoli
banget deh pokoknya, namanya Putri Indah Andaresta. Dari namanya aja kalian
sudah bayangin kan gimana wajahnnya? Wow, dia cantik, putih, tinggi, pokoknya
postur model banget deh. Hayooo naksir ya? Hehe.. Dulu waktu SD kelas 6 kita
bermimpi bisa satu SMP dan bareng-bareng lagi. Tapi takdir tak mengiznkan, kita
harus beda sekolah. Dia sekolah tetap pada alamat yang sama, Bintang Diponggo.
Karna nilai dia yang ndak bisa masuk SMP faforit maka dia memutuskan untuk
sekolah satu atap dengan SD kita, SDN PAKIS VIII/375 dan dilanjut dengan SMPN 46 SBY. Sedangkan
aku berlanjut di sekolah bergengsi SMPN 4 SBY.
Dulu, aku sama dia kemana-mana
selalu bareng, mafa mifa sama, warna faforit sama, hobi sama, sampai cowok
pertama yang kita taksir punnn sama *ups. Nggak usah bahas cowok kali ya, nggak
penting. Kata guruku, ‘JUST FRIEND’. Oh, aku tahu. Kita bahas hobi aja, hobiku
pothography sedangkan dia pothomodel. Jadi klop kan?? Klo kata pepatah jawa
“tumbu oleh tutup”. Hayo tahu nggak artinya apa?
“Nggak
tau kak”
“PODO ! :D”, ciri khasnya pak
mbenjeng. Wali kelasku sekarang *maaf pak :*
Dan kita sampai sekarang pun masih
kontak terus, sampai kapan itu dia lagi butuh rok putih untuk upacara karna rok
dia lagi ada problem, dia langsung bbm aku untuk pinjem. Berat badan sama,
tinggi badan juga, jadi roknya pas. Hehe, Cuma dia kliatan model banget. Klo
aku model cover yasin kli’ ya? *astaughfirullah.
Cusss sekarang ke SMP. Pertama kali
masuk SMP, aku rasanya nggak bisa bergaul, masih lugu, dan takut nggak punya
teman. Anak SDku yang masuk SMPN 4 Cuma 5 anak, ada aku Dinda, Cassy, Nabillah,
Alfia, dan 1 cowok yang paling nyebelin yang pernah aku kenal Abil. Sebelumnya,
aku sama mereka nggak pernah akrab. Yang lumayan akrab sih sama 1 cwo itu, akrabnya
karna sahabatku yang temen deketnya dia namanya Marscell Sebastian. Keren kan
namanya? Sekeren orangnya loo B). Tapi sekarang sejak di SMP aku ama Abil kaya
nggak pernah kenal. Thanks a lot :’).
MOS telah berlalu, saatnya penentuan
kelas. Rasanya darah ini mengalir dari ujung kepala ampe ujung kaki *ya memang
dindaaa >:0. Waktu itu takut banget rasanya nggak ada temen yang dikenal
sebelumnya. Jrettt jrett jrettt, urutin dari atas ampe bawah. Masuk kelas mana
aku ini? Jeng jennggggg.. Kelas VIIC dengan Wali Kelas Musrifajaton No. Absen
06. Wowww lega, soalnnya absen sebelumku tertulis nama Cassy Thalia Putri
Kusuma. Haha lumayan lah meskipun nggak akrab sebelumnya, yang penting kan
kenal.
“Hai, alumni SD pakis 8 kan? Duduk
ama aku yuk”, kataku dengan lugunya masih memakai rok merah pendek, rambut
dora, sepatu ada putihnya. Wess culun pokok’e.
“Ayook, boleh boleh”, cassy lucu
banget, rambutnya masih piak tengah, nggak punya poni. Wes puokok’e juadul. *maaf.
Guru pertama yang masuk kelas adalah
Ibu Dyah W. Guru mapel Administrasi Pembukuan. Orangnya putih, cantik, modis.
Dan yang paling disegani murid-murid adalah KEDISIPLINAN beliau.
“Assalamu’alaikum”, sapanya di pagi
itu
“Wa’alaikumsalam waroh matullahi
wabarakatuh”, jawab murid-murid dengan semangat.
“Saya minta anak cewek yang duduk
depan pojok kiri untuk memperkenalkan dirinya di depan teman-temannya”,
lanjutnya.
Dan ternyata itu aku, OMG.. Aku malu
bangett waktu itu. Tenang.. tenang..
“Bismillah, Assalamu’alaikum namaku
Dinda Risvitasari biasa dipanggil Dinda salam kenal teman-teman, makasih
Wassalamu’alaikum”, gugup banget aku keringat bercucuran.
Hari berganti hari, aku sama Cassy
semakin dekat layaknya sahabat baik. Dan nggak hanya aku sama Cassy, aku dan
teman-teman lainnya juga semakin akrab, mengenal, dan mengetahui karakter
masing-masing.
Kelas 7 telah berlalu, next kelas 8. Hari terakhir di 7C, semua
temen-temen pada sedih dan nangis, karna dalam hati kita, kita nggak akan mau pisah.
Karna sudah klop. Tapi mau gimana lagi. Semuanya campur aduk, mungkin dalam
sekelas hanya bertemu paling banyak 4 temen lama.
“Ekaaaa, kita sekelas lagi ({})”,
teriakku ke teman di 7C dulu yang nggak seberapa akrab.
“Iyoo din, aku sebelumnya wedi nggak
onok arek seng tak kenal nang 8D”, dengan gaya tomboynya.
Dulu Ali di kelas 7D (tetanggaan),
sekarang malah keluarga soalnya sama-sama di 8D. Kata guru B.Indonesia ku
“Dunia ini tak selebar daun kelor” hehe.. Ceritanya perasaan kok udah nggak
seru yaaa? Hhmm.. Bahas sahabat aja
guys, yuukk mari..
Menurut kalian apa sih arti sahabat?
Klo menurut aku, sahabat adalah dimana kita seneng, seneng bareng. Dan dimana
sedih, sedih bareng. Itulah sahabat sejati. Bukan klo lagi ada butuhnya aja
baru dateng. Dan bukan klo lagi sedih aja dateng, tapi kalau lagi seneng
dinikmati sendiri.
Agar persahabatan kita langgeng,
kita harus merelakan apapun yang kita sayang atau cinta buat dia. Agar dia bisa
tersenyum, walaupun hati kita sangat hancur. Karna sahabat adalah segalanya.
Tempat kita curhat, tempat kita senang, maupun sedih. Ingatlah bahwa segalanya
pasti ada balasan dari Tuhan.
Kita adalah manusia sosial, dimana
Tuhan memberikan orang-orang disekeliling kita agar apabila pada saat kita
membutuhkan mereka ada, maupun saat mereka butuh kita ada. Selama kita mampu,
selama kita sanggup, dan selama kita masih mempunyai hidup. Sebaiknya kita
membahagiakann orang di sekeliling kita, seperti sahabat sejati. Karna kita
juga tidak bisa hidup tanpa kehadiran mereka.
Kebahagiaan yang kita beri, pasti
akan terus dikenang sampai akhir hayatnya. Dan kebahagiaan yang mereka beri pun
pasti akan slalu teringat. Kebahagiaan yang kita beri bukan hanya bentuk materi
tapi bentuk rohani. Misalnya memberikan cinta yang tulus buat dia.
Sahabat bukan “ini salah kamu” tapi “maafkan aku”. Bukan
“kamu dimana sih” tapi “aku disini”. Bukan “gimana sih kamu” tapi “aku ngerti
kok”. Bukan “coba kamu ngga kayak gini” tapi “aku sayang kamu seperti kamu apa
adanya”
Aktivitas yang paling benar bukan
diukur berdasarkan berapa lama kita sudah bersama. Maupun berapa sering kita
bersama. Tapi apakah selama kita bersama kita selalu saling mengisi satu sama
lain dan saling membuat hidup yang berkualitas??
Sahabat
itu bisa membuat kita tersenyum lebar disaat kita tengah mengalami musibah atau
kegalauan mendadak. Hehe :D
SEKIAN
TERIMAKASIH
Love
You So Much My Best Friend
#alaysedikit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar