Kamis, 10 Oktober 2013

Karya Tulisku yang Pertama



 ARTI SAHABAT

Ok, sebelumnya aku berharap kalian semua suka dan berminat untuk membaca cerpen ini. Ini cerpen perdana yang aku buat lho *ups. Menurut aku ini bukan seperti cerpen asli melainkan seperti membaca TM (timeline) di tweet *Ohh masak?? Cius mi apah? :/. Sebenernya aku dapet ide dari @aku_jujur #perasaan hati nomer 1 *maaf kalau salah sok tau soalnya. Hehe =D. Yuuk cin cus READ IT !
Suatu hari, dimana aku pertama kali menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), tepatnya di SMP NEGERI 4 SURABAYA. Ini adalah peristiwa dimana aku mengetahui apa itu MOS (Masa Orientasi Siswa). Disana kita diuji kekuatan mental kita. Pertama kali menginjak halaman sekolah yaitu pada waktu daftar ulang, guru SMPN 4 yang aku kenal pertama adalah Ibu Ninik S. Sebelumnya aku sudah mengenal beliau dari kakak alumni yang kebetulan tetangga dekat, namanya Kak Beta. Dia cantik, model cover majalah, dan tentunya pinter ( ya iyalah orang alumni spenfora, hehe :D ). Kak Beta bilang klo beliau guru yang asik, enak diajak curhat, lucu pula dengan pipinya yang tembem =D. Aku diceritakan tentang ekskul yang dia ikuti selama di SMPN 4, yaitu teater dengan guru pembimbing Ibu Anis. Nah, klo yang Bu Ninik tembem sedangkan Bu Anis imut =)).
Back to MOS. Semboyan OSIS SMPN 4 itu ALAY. Tunggu dulu, pasti kalian berpikir alay itu yang gaya-gaya tapi yang nggak banget itu kan? Bukan itu, ALAY itu singkatan dari Asik, Lincah, Ah, Yes. Kreatif kan?? Oh iya peserta MOS pertama kali masuk dikenalkan dengan yel-yelnya. Yukk cus kita yel-yel dulu.
“Halllooooo...”, teriak salah satu kakak OSIS yang paling cantik ke adek-adek peserta MOS.
“Aku bisa, kamu bisa, semua pasti bisa”, peserta MOS menjawab dengan semanga dan kompak ciinn ;).
“SMP 4???”, teriak lagi dari Kak Rafika, cewek cantik Ketua Umum di OSIS.
“Suksessss.....!!!!!!!!!!!!!!!!! (y)”, dijawab lagi dengan serempak
Sejak ada eco school, yel-yelnya ditambah dengan
“Yanggg laiiinnn????”, tanya nya.
“Oh tidak bisa tidak bisa tidak bisa ikk ikk”, dijawab dengan gerakan.
“Mars SMP NEGERI 4 Surabaya”
I. Kami putra putri insan cendekia penerus pembangunan bangsa. Belajar di gedung cagar budaya, Tanjung Anom 12 Surabaya. Tak kenal lelah dan pantang berputus asa, bangun jiwa raga dan lingkungan kita. Berbudi luhur, akhlak mulia, berilmu semboyan hidup kita.
Reff : Ayo maju SMP 4 ku berkibarlah selalu, Ayo maju SMP 4 ku, ku ukir prestasi tuk alma materku.
II. Ku tulis prestasi dalam prasasti, dengan hati langkah ku berbakti. Doa baktiku, ibu pertiwi terus berkarya jaya bersama.
Back to reff and II
Terus berkarya jaya bersama 3X



Emm, kita sudah yel-yel. Menurut aku itu sudah caranya kakak-kakak OSIS  untuk melakukan  “Kegiatan Yang Membahagiakan Orang Lain” bukan? Sesuai dengan tema yang aku angkat untuk cerpenku kali ini *owess emangnya penulis cerpen? :D. Ups ada yang ketinggalan keliatannya, perkenalkan aku Dinda Risvitasari murid SMP NEGERI 4 SURABAYA kelas 8D (2K12-2K13). Biasa dipanggil Dinda *numpang famous dikit ;) =)). Sebelum next, pingin cek voice kalian dulu haha =D. Ada yang hafal mars SMPN 4 SBY nggak nih? Klo ada yang belum tahu, nih guys liriknya. Yuk “Sing a song for me”, kata-katanya Ibu Nanik guru PKN yang paling kece cin.
Wow, “kalian luar biasa”, kata-kata khas dari sahabatku yang paling nyebelin namanya Dion.
            Mau tahu nih aku gimana vott kalian tentang mars sekolahku? Klo menurutku sih keren banget isi tersirat dari mars itu, pasti yang ciptain mars orangnya berseni banget *sok tau. Sudah bahas yang lain aja yuk guys. Bahas apa nih bahas apa? *eciye kaya orang yes aja. Aku punya ide *tingg lampu kuningnya nyala.
            Judul yang aku tulis di atas kan arti sahabat, ehh malah nulisnya yang lain-lain. Nggak masalah ah, kaya ciri khas anak-ana 8A “Biarkan mereka berkarya”. Ok guys? Kok sepi sih? Mana suaranyaaa? “Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, ohh begitulah kata para pujangga” Haha ... =))
            Aku mau awali dari mana ya? Mungkin dari dulu aku di gugus mana ya? Ok.. emm dulu aku masuk SMP 4 dengan nilai yang sangat “mefet” *ciri khasnya Bu Ninik S, yaitu 27,00. Jadi, mau ndak mau ya aku harus masuk gugus papua, gugus paling pinggir. Itu pas pra-MOS. Orang pertama kali yang aku kenal dan nyapa aku duluan adalah M. Ali M. Dari SD Al Hidayah *klo gak salah sih. Anak cowok, bertubuh kecil *maaf, tapi gesit.
            “Dindaaaa”, sapanya sambil menepuk punggungku.
            “Ehh iyaa *masih bingung. Lho? Kamu ali kan? Kamu juga disini toh?”, menjawab dengan bingung.
            “Iya wah aku ali, ya iyalah disini, masak arwahku *mati dong? . Duduk ama aku ya?” , katanya sambil bercanda.
            “Hahaha iyaa duduk lho, ini lho kosong”, jawabku.
            Udah deh ngobrolnya dilanjut dengan topik masa-masa SD. Sebenernya banyak sih yang aku kenal di gugus papua itu, cuma nggak akrab.
            Hari demi hari pun berganti, hari ini adalah hari pertamaku mengikuti MOS, memakai kaos kaki bola, memakai co-card, memakai kuncritan banyak di rambut, dll. Huuhh pokoknya rempong deh, tapi rasanya senenggg banget sudah mulai menginjak masa ‘REMAJA’.
            Ngomongin masalah remaja, pasti banyak sekali pengalaman berharga yang kita dapet di masa itu. Dan kata ini nih perlu di bold and underline guys yaitu LABIL. Menurutku hidup di masa SD dibanding SMP itu jauh banget, apalagi SMA, nenene belum waktunya. Kita bahas SMP aja.
            Di SD aku punya sahabat yang sejoli banget deh pokoknya, namanya Putri Indah Andaresta. Dari namanya aja kalian sudah bayangin kan gimana wajahnnya? Wow, dia cantik, putih, tinggi, pokoknya postur model banget deh. Hayooo naksir ya? Hehe.. Dulu waktu SD kelas 6 kita bermimpi bisa satu SMP dan bareng-bareng lagi. Tapi takdir tak mengiznkan, kita harus beda sekolah. Dia sekolah tetap pada alamat yang sama, Bintang Diponggo. Karna nilai dia yang ndak bisa masuk SMP faforit maka dia memutuskan untuk sekolah satu atap dengan SD kita, SDN PAKIS VIII/375  dan dilanjut dengan SMPN 46 SBY. Sedangkan aku berlanjut di sekolah bergengsi SMPN 4 SBY.
            Dulu, aku sama dia kemana-mana selalu bareng, mafa mifa sama, warna faforit sama, hobi sama, sampai cowok pertama yang kita taksir punnn sama *ups. Nggak usah bahas cowok kali ya, nggak penting. Kata guruku, ‘JUST FRIEND’. Oh, aku tahu. Kita bahas hobi aja, hobiku pothography sedangkan dia pothomodel. Jadi klop kan?? Klo kata pepatah jawa “tumbu oleh tutup”. Hayo tahu nggak artinya apa?
            “Nggak tau kak”
            “PODO ! :D”, ciri khasnya pak mbenjeng. Wali kelasku sekarang *maaf pak :*
            Dan kita sampai sekarang pun masih kontak terus, sampai kapan itu dia lagi butuh rok putih untuk upacara karna rok dia lagi ada problem, dia langsung bbm aku untuk pinjem. Berat badan sama, tinggi badan juga, jadi roknya pas. Hehe, Cuma dia kliatan model banget. Klo aku model cover yasin kli’ ya? *astaughfirullah.
            Cusss sekarang ke SMP. Pertama kali masuk SMP, aku rasanya nggak bisa bergaul, masih lugu, dan takut nggak punya teman. Anak SDku yang masuk SMPN 4 Cuma 5 anak, ada aku Dinda, Cassy, Nabillah, Alfia, dan 1 cowok yang paling nyebelin yang pernah aku kenal Abil. Sebelumnya, aku sama mereka nggak pernah akrab. Yang lumayan akrab sih sama 1 cwo itu, akrabnya karna sahabatku yang temen deketnya dia namanya Marscell Sebastian. Keren kan namanya? Sekeren orangnya loo B). Tapi sekarang sejak di SMP aku ama Abil kaya nggak pernah kenal. Thanks a lot :’).
            MOS telah berlalu, saatnya penentuan kelas. Rasanya darah ini mengalir dari ujung kepala ampe ujung kaki *ya memang dindaaa >:0. Waktu itu takut banget rasanya nggak ada temen yang dikenal sebelumnya. Jrettt jrett jrettt, urutin dari atas ampe bawah. Masuk kelas mana aku ini? Jeng jennggggg.. Kelas VIIC dengan Wali Kelas Musrifajaton No. Absen 06. Wowww lega, soalnnya absen sebelumku tertulis nama Cassy Thalia Putri Kusuma. Haha lumayan lah meskipun nggak akrab sebelumnya, yang penting kan kenal.
            “Hai, alumni SD pakis 8 kan? Duduk ama aku yuk”, kataku dengan lugunya masih memakai rok merah pendek, rambut dora, sepatu ada putihnya. Wess culun pokok’e.
            “Ayook, boleh boleh”, cassy lucu banget, rambutnya masih piak tengah, nggak punya poni. Wes puokok’e juadul. *maaf.
            Guru pertama yang masuk kelas adalah Ibu Dyah W. Guru mapel Administrasi Pembukuan. Orangnya putih, cantik, modis. Dan yang paling disegani murid-murid adalah KEDISIPLINAN beliau.
            “Assalamu’alaikum”, sapanya di pagi itu
            “Wa’alaikumsalam waroh matullahi wabarakatuh”, jawab murid-murid dengan semangat.
            “Saya minta anak cewek yang duduk depan pojok kiri untuk memperkenalkan dirinya di depan teman-temannya”, lanjutnya.
            Dan ternyata itu aku, OMG.. Aku malu bangett waktu itu. Tenang.. tenang..
            “Bismillah, Assalamu’alaikum namaku Dinda Risvitasari biasa dipanggil Dinda salam kenal teman-teman, makasih Wassalamu’alaikum”, gugup banget aku keringat bercucuran.
            Hari berganti hari, aku sama Cassy semakin dekat layaknya sahabat baik. Dan nggak hanya aku sama Cassy, aku dan teman-teman lainnya juga semakin akrab, mengenal, dan mengetahui karakter masing-masing.
            Kelas 7 telah berlalu,  next kelas 8. Hari terakhir di 7C, semua temen-temen pada sedih dan nangis, karna dalam hati kita, kita nggak akan mau pisah. Karna sudah klop. Tapi mau gimana lagi. Semuanya campur aduk, mungkin dalam sekelas hanya bertemu paling banyak 4 temen lama.
            “Ekaaaa, kita sekelas lagi ({})”, teriakku ke teman di 7C dulu yang nggak seberapa akrab.
            “Iyoo din, aku sebelumnya wedi nggak onok arek seng tak kenal nang 8D”, dengan gaya tomboynya.
            Dulu Ali di kelas 7D (tetanggaan), sekarang malah keluarga soalnya sama-sama di 8D. Kata guru B.Indonesia ku “Dunia ini tak selebar daun kelor” hehe.. Ceritanya perasaan kok udah nggak seru yaaa?  Hhmm.. Bahas sahabat aja guys, yuukk mari..
            Menurut kalian apa sih arti sahabat? Klo menurut aku, sahabat adalah dimana kita seneng, seneng bareng. Dan dimana sedih, sedih bareng. Itulah sahabat sejati. Bukan klo lagi ada butuhnya aja baru dateng. Dan bukan klo lagi sedih aja dateng, tapi kalau lagi seneng dinikmati sendiri.
            Agar persahabatan kita langgeng, kita harus merelakan apapun yang kita sayang atau cinta buat dia. Agar dia bisa tersenyum, walaupun hati kita sangat hancur. Karna sahabat adalah segalanya. Tempat kita curhat, tempat kita senang, maupun sedih. Ingatlah bahwa segalanya pasti ada balasan dari Tuhan.
            Kita adalah manusia sosial, dimana Tuhan memberikan orang-orang disekeliling kita agar apabila pada saat kita membutuhkan mereka ada, maupun saat mereka butuh kita ada. Selama kita mampu, selama kita sanggup, dan selama kita masih mempunyai hidup. Sebaiknya kita membahagiakann orang di sekeliling kita, seperti sahabat sejati. Karna kita juga tidak bisa hidup tanpa kehadiran mereka.
            Kebahagiaan yang kita beri, pasti akan terus dikenang sampai akhir hayatnya. Dan kebahagiaan yang mereka beri pun pasti akan slalu teringat. Kebahagiaan yang kita beri bukan hanya bentuk materi tapi bentuk rohani. Misalnya memberikan cinta yang tulus buat dia.
Sahabat bukan “ini salah kamu” tapi “maafkan aku”. Bukan “kamu dimana sih” tapi “aku disini”. Bukan “gimana sih kamu” tapi “aku ngerti kok”. Bukan “coba kamu ngga kayak gini” tapi “aku sayang kamu seperti kamu apa adanya”
            Aktivitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kita sudah bersama. Maupun berapa sering kita bersama. Tapi apakah selama kita bersama kita selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas??
            Sahabat itu bisa membuat kita tersenyum lebar disaat kita tengah mengalami musibah atau kegalauan mendadak. Hehe :D

SEKIAN
TERIMAKASIH

Love You So Much My Best Friend
#alaysedikit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar